17 Agu 2017

Sajak Orang-orang Beruban

Kepada Alwy Rachman

“Bahasa yang kupakai menentangmu, bahasamu, bukan bahasaku”

Begitu cara kita mengajarkan bahasa ilmu

Aku tidak lupa

Kita bilang “kata-kata adalah tindakan”

Lidahmu bagai api

Maka kujadikan itu alasan turun ke jalan 

Di perguruan akademik

Bahasamu beranak-pinak

Menjelma lah generasi menolak takluk

Dan Orde Baru lengser di kepal tinju kaum muda

Harimau belang mati begitu saja

Anak-anak muda pergi bersama sekolahnya

Tinggalkan rumah selamat jalan desa

Berjumpa lah dengan rasionalisme

Melayang bebas dunia maya

Lupakan nasionalisme

Hari ini kita ngopi

Ketika bahasamu seusia anakku

Aku berguru laiknya dahulu

Lalu-lalang anak-anak millenia

Segenggam telepon daring di tangannya

Tak perlu lidah dia bercakap

 “Apa yang kau pikirkan?”

Rumah tanpa pagar

“Apa yang baru?”

Bom bunuh diri

Lalu-lalang anak-anak milenia

“Dekat di mata jauh di hati”

Inilah sajak orang-orang beruban

Bernyanyi ‘forever young’

Menolak takluk

Bersiasat hingga senja

Bagai don quixote the man of la mancha:

Rela masuk neraka malu masuk surga

Biarkan maya melanglang buana

Banyak jalan pulang ke rumah

Kita ngopi nyantai saja

Tunggu masa panen tiba

Makassar, 17 Agustus 2017

*murid, sahabat, sejawat, seperjuangan alwy rachman (1987 – 2017)