17 Agu 2017

Sajak Orang-orang Beruban

Kepada Alwy Rachman

“Bahasa yang kupakai menentangmu, bahasamu, bukan bahasaku”

Begitu cara kita mengajarkan bahasa ilmu

Aku tidak lupa

Kita bilang “kata-kata adalah tindakan”

Lidahmu bagai api

Maka kujadikan itu alasan turun ke jalan 

Di perguruan akademik

Bahasamu beranak-pinak

Menjelma lah generasi menolak takluk

Dan Orde Baru lengser di kepal tinju kaum muda

Harimau belang mati begitu saja

Anak-anak muda pergi bersama sekolahnya

Tinggalkan rumah selamat jalan desa

Berjumpa lah dengan rasionalisme

Melayang bebas dunia maya

Lupakan nasionalisme

Hari ini kita ngopi

Ketika bahasamu seusia anakku

Aku berguru laiknya dahulu

Lalu-lalang anak-anak millenia

Segenggam telepon daring di tangannya

Tak perlu lidah dia bercakap

 “Apa yang kau pikirkan?”

Rumah tanpa pagar

“Apa yang baru?”

Bom bunuh diri

Lalu-lalang anak-anak milenia

“Dekat di mata jauh di hati”

Inilah sajak orang-orang beruban

Bernyanyi ‘forever young’

Menolak takluk

Bersiasat hingga senja

Bagai don quixote the man of la mancha:

Rela masuk neraka malu masuk surga

Biarkan maya melanglang buana

Banyak jalan pulang ke rumah

Kita ngopi nyantai saja

Tunggu masa panen tiba

Makassar, 17 Agustus 2017

*murid, sahabat, sejawat, seperjuangan alwy rachman (1987 – 2017)

17 Jul 2017

KAMPUNG KOTA LASUSUA

M. Nawir
Sulisa Matra Bangsa
Lasusua Kolaka Utara Sulawesi Tenggara adalah Kampung-Kota para pendatang pencari kerja atau perantau yang mayoriras menyebut dirinya "Orang Selatan (Sulawesi)". Kesuburan tanah Kolaka menjadi daya tarik utama ‘orang selatan’ bermigrasi melalui jalur darat Malili kabupaten Luwu Timur atau melintasi Teluk Bone dari pelabuhan Siwa kabupaten Wajo. Mereka kemudian berkebun, bertani, berumah-tangga, membaur, dan berkembang biak hingga akhirnya menjadi penguasa wilayah.

12 Jun 2017

PENGKADERAN DI DESA

M. Nawir
Tulisan singkat ini hendak memaknai istilah kader dewasa ini. Penulis terinspirasi oleh pengalaman menfasilitasi pelatihan Kader Pembangunan Masyarakat Desa (KPMD) di beberapa desa bersama Tim Pemandu Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Makassar. Penulis berharap, tulisan ini dapat memperkaya visi dan misi pembangunan desa dari perspektif pengorganisasian kader desa.

1 Mei 2017

BUMDes - Booming Usaha Milik Desa

Catatan Seminggu di Halmahera Barat
Suharto dan Susanto. Kedua lelaki paruh baya ini adalah transmigran asal Jember Jawa Timur. Sejak tahun 1992 mereka menetap di desa Golago Kusuma kecamatan Sahu Timur kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara. Pak Harto, begitu panggilan sehari-harinya adalah Kepala Desa. Sedangkan pak Santo adalah Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebagai Kades, pak Harto secara ex officio menjabat Komisaris BUMDes  Dan, pak Santo sebagai direktur, tentu saja adalah pelaksana mandat keputusan Musyawarah Desa yang ditetapkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). 

7 Mar 2017

Dicari Arsitek Profesional

Oleh M. Nawir
Harimau-harimau Mengintai Orang-orang Baik Sepanjang Jalan Tanpa Ujung Menuju Roma
Penulis mengapresiasi sebuah buku berjudul Belajar Bersama Arkom Jogja: Gerakan Sosial dan Hal-hal yang Belum Selesai (Marsen Sinaga, 2017). Apresiasi penulis terutama pada klaim sekumpulan arsitek-perencana yang menyebut diri Arsitek Komunitas. Klaim Arkom adalah: (1) membangun ruang bersama komunitas secara partisipatif; (2) mempengaruhi kebijakan penataan ruang pemerintah daerah/kota secara kolaboratif. Kedua hal ini menegaskan eksistensi arsitek komunitas, yang membedakannya dengan profesi arsitek konvensional.

1 Feb 2017

Catatan Seminggu di Solo (Bagian 2)

Relaksasi: “Ikan Tongkol” atawa “Ikan Phallus”
Sejak dahulu kota Solo identik dengan kota sungai Bengawan Solo dan Kali Pepe. Tidak ada laut yang membatasinya. Itulah sebabnya makanan jajanan khas Solo pada umumnya diolah sumber daya pertanian dan peternakan seperti daging ayam, kambing, sapi, dan jenis ikan sungai seperti gurame, mujair, di samping sayur-sayuran dengan bumbu yang pedis-manis. Jadi, jangan terlalu berangan-angan bisa menikmati makanan jajanan (warungan) ikan bakar, ikan masak seperti di kota Makassar. Tidak ikan tongkol bakar di Solo. Menu ikan bakar terutama disajikan di restoran china.  Kuliner yang khas seperti Soto Timlo, Gudeg Ceker, Nasi Liwet, Sate dan Tengkleng, Bakso dan Mie Ayam. Juga tersedia makanan khas lainnya seperti sea food ala Restoran Cantoni. Keberagaman kuliner ini merupakan ciri keberagaman budaya-agama masyarakat kota Solo.

31 Jan 2017

Catatan Seminggu di Solo (Bagian 1)

Siasat Arsitek Komunitas
Menghadiri undangan Yuli Kusworo, saya mengikuti rangkaian kegiatan Nyemlung Kampung Arkom Jogja dari 18 sampai 27 Januari 2017 di kota Solo. Serasa melepaskan saya dari rumah-kampung, dan masuk kota lagi. Lebih seminggu bergabung dengan 40-an anak muda jurusan arsitek dari berbagai kota, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Kendari, Pontianak, dan tentu saja jogja-Solo. Beberapa di antaranta mahasiswa jurusan sosiologi UNS Surakarta.