M. Nawir
Istilah arsitek kampung atau pun
arsitek komunitas akhir-akhir ini sering digunakan oleh sejumlah
aktivis-intelektual perkotaan untuk menyebut sekelompok praktisi yang bekerja
sama dengan masyarakat akar rumput dalam menata maupun membangun suatu pemukiman.
Sebelumnya, kalangan perencana kota/pemukiman pernah mempopulerkan istilah barefoot
architect (arsitek telanjang kaki), yakni arsitek yang melakukan
pendampingan teknis kepada masyarakat yang membutuhkannya, terutama masyarakat
miskin. Misalnya, pasca rekonstruksi Aceh 2004, beberapa perguruan tinggi
bekerjasama dengan UN Habitat merekrut mahasiswa jurusan teknik arsitek menjadi
relawan sekaligus teknisi perencana pemukiman di lokasi bencana. Selanjutnya,
istilah barefoot architect - yang sebenarnya diinsiprasi dari konsep barefoot
doctors atau "dokter telanjang kaki" pada masa kepemimpinan Mao
Tse Tung di China - kemudian dipertegas lagi dengan istilah arsitek komunitas (community/social
architect) untuk menjelaskan fungsi-fungsi sosial seorang arsitek/perencana
dalam memecahkan masalah pemukiman masyarakat miskin perkotaan. Sejumlah
arsitek dan pekerja sosial di Yogyakarta menamakan dirinya Jaringan Arkom
(Arsitek Komunitas) pasca letusan Merapi dua tahun lalu.Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
Tampilkan postingan dengan label kampung pisang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampung pisang. Tampilkan semua postingan
9 Sep 2012
Arsitek Kampung Bungkutoko
Label:
arsitek,
barefoot,
bedah kampung,
bungkutoko,
city wide,
Germis,
kampung,
kampung pisang,
kemensos,
komunitas,
KPRM,
penataan,
terpadu,
tukang,
upc,
upgrading
29 Apr 2010
Solusi Alternatif Penataan Pemukiman RMK
Tim Advokasi KPRM –
Komite Perjuangan Rakyat Miskin Makassar
Pengantar
Konsep penataan atau perbaikan kualitas pemukiman kumuh (Slum Upgrading) adalah salah satu strategi penanggulangan kemiskinan masyarakat di perkotaan (RMK), yang mulai populer diperkenalkan di negara-negara berkembang pada sekitar tahun 1990-an. Pada masa itu, kota-kota di Asia, Afrika dan Amerika Latin menghadapi persoalan pelik dari urbanisasi, dan penggusuran meningkat tajam, yang membuat masalah kemiskinan menjadi kompleks. Pendekatan pemberdayaan ekonomi dinilai tidak cukup memecahkan akar persoalan kemiskinan. Bahkan, cenderung menjadi perangkap bagi orang miskin maupun pengelola program pengentasan kemiskinan. Pada akhirnya, pendekatan holistik dan terpadu menjadi tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Pendekatan ini kemudian dijadikan paradigma baru pengembangan kota yang berkeadilan sosial (sustainable of the city). PBB melalui UN Habitat juga merekomendasikan konsep ini sebagai alternatif penyelesaian sengketa tata ruang dan pemukiman kota.
Konsep penataan atau perbaikan kualitas pemukiman kumuh (Slum Upgrading) adalah salah satu strategi penanggulangan kemiskinan masyarakat di perkotaan (RMK), yang mulai populer diperkenalkan di negara-negara berkembang pada sekitar tahun 1990-an. Pada masa itu, kota-kota di Asia, Afrika dan Amerika Latin menghadapi persoalan pelik dari urbanisasi, dan penggusuran meningkat tajam, yang membuat masalah kemiskinan menjadi kompleks. Pendekatan pemberdayaan ekonomi dinilai tidak cukup memecahkan akar persoalan kemiskinan. Bahkan, cenderung menjadi perangkap bagi orang miskin maupun pengelola program pengentasan kemiskinan. Pada akhirnya, pendekatan holistik dan terpadu menjadi tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Pendekatan ini kemudian dijadikan paradigma baru pengembangan kota yang berkeadilan sosial (sustainable of the city). PBB melalui UN Habitat juga merekomendasikan konsep ini sebagai alternatif penyelesaian sengketa tata ruang dan pemukiman kota.
Label:
ACCA project,
advokasi,
bangkok,
berbagi lahan,
kampung pisang,
karachi,
KPRM,
land sharing,
makassar,
OPP,
porto allegre,
relokasi,
renovasi,
slum upgrading,
solusi alternatif,
stren kali,
upc
indonesia
Makassar, Indonesia
