Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
Tampilkan postingan dengan label penataan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penataan. Tampilkan semua postingan
9 Nov 2014
Berbagi Lahan Menata Pemukiman Kumuh
Label:
arsitek,
berbagi,
kampung,
komunitas,
kota,
kumuh,
lahan,
miskin,
pemerintah,
penataan,
pengusaha,
percontohan,
perumahan,
perundingan,
pisang,
solusi
27 Okt 2014
SUARA RAKYAT DARI PEMUKIMAN KUMUH: Merayakan Hari Habitat 2014
| M. Nawir Hari Habitat (Habitat Day) dirayakan setiap tahun pada senin pertama bulan oktober. Sejak tahun 1986, Badan PBB urusan Pemukiman (UN Habitat) mengingatkan masyarakat dunia tentang situasi lingkungan pemukiman rakyat di perkotaan. Tema Hari Habitat 2014 adalah Voices from Slums, yang menegaskan kembali kondisi pemukiman kumuh yang sebagian besar dihuni masyarakat miskin. PBB memperkirakan ada satu miliar penduduk yang tinggal dalam pemukiman kumuh yang dipicu oleh pertambahan angka kelahiran dan perpindahan penduduk di perkotaan. |
9 Sep 2012
Arsitek Kampung Bungkutoko
M. Nawir
Istilah arsitek kampung atau pun
arsitek komunitas akhir-akhir ini sering digunakan oleh sejumlah
aktivis-intelektual perkotaan untuk menyebut sekelompok praktisi yang bekerja
sama dengan masyarakat akar rumput dalam menata maupun membangun suatu pemukiman.
Sebelumnya, kalangan perencana kota/pemukiman pernah mempopulerkan istilah barefoot
architect (arsitek telanjang kaki), yakni arsitek yang melakukan
pendampingan teknis kepada masyarakat yang membutuhkannya, terutama masyarakat
miskin. Misalnya, pasca rekonstruksi Aceh 2004, beberapa perguruan tinggi
bekerjasama dengan UN Habitat merekrut mahasiswa jurusan teknik arsitek menjadi
relawan sekaligus teknisi perencana pemukiman di lokasi bencana. Selanjutnya,
istilah barefoot architect - yang sebenarnya diinsiprasi dari konsep barefoot
doctors atau "dokter telanjang kaki" pada masa kepemimpinan Mao
Tse Tung di China - kemudian dipertegas lagi dengan istilah arsitek komunitas (community/social
architect) untuk menjelaskan fungsi-fungsi sosial seorang arsitek/perencana
dalam memecahkan masalah pemukiman masyarakat miskin perkotaan. Sejumlah
arsitek dan pekerja sosial di Yogyakarta menamakan dirinya Jaringan Arkom
(Arsitek Komunitas) pasca letusan Merapi dua tahun lalu.
Label:
arsitek,
barefoot,
bedah kampung,
bungkutoko,
city wide,
Germis,
kampung,
kampung pisang,
kemensos,
komunitas,
KPRM,
penataan,
terpadu,
tukang,
upc,
upgrading
4 Feb 2010
Informalitas vs Formalitas
Oleh M. Nawir
| pannambungan (awi 2008) |
Mengutip beberapa penggal kalimat dalam tulisan Wardah Hafidz (10 November 2002) bahwa informalitas merupakan ciri dasar dan bagian integral dari kehidupan rakyat miskin. Singkat kata, tidak ada perkampungan kumuh, penduduk liar, perilaku vulgar, kriminal, tindakan a-susila, pedagang liar, atau pun bisnis illegal. Semua itu adalah cara orang miskin, kelas sosial terbawah dalam mempertahankan dirinya dan membangun subkulturnya sendiri. Dengan latar belakang formal – aturan, kelas sosial, pendidikan, tradisi – Kitalah yang sebenarnya memberi cap mereka liar, kriminal, illegal, bodoh dan miskin.

