Tampilkan postingan dengan label krisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label krisis. Tampilkan semua postingan

28 Okt 2011

Sumpah Pemuda Mahasiswa 2011

Catatan dari Kelas Diskusi 
"Mahasiswa dalam Bingkai Sumpah Pemuda", 
Pelataran FSUH, 27 Oktober 2011
Mengapa dan untuk apa kita merayakan Hari Sumpah Pemuda tahun ini? Pertanyaan ini dilontarkan seorang mahasiswa dalam suatu kelas diskusi pelataran Fakultas Sastra (FIB) Unhas. Pertanyaan yang semaksud, apa urgensi Sumpah Pemuda yang diproklamasikan 83 tahun lalu itu bagi kaum muda, khususnya mahasiswa hari ini? Mengapa sumpah itu tidak diperbaharui saja menjadi “bersumpah anti korupsi, anti oligarki, dan anti kapitalisasi?”.

17 Okt 2011

"Dunia Sedang Tidak Baik-baik Saja"

Dunia dalam krisis global. "Sedang tidak baik-baik saja", begitu bunyi salah satu poster aktivis anti-kapitalisme dalam aksi May Day 2010 di Makassar. Sejak bursa saham Wallstreet di AS anjlok dua tahun lalu, krisis ekonomi dan politik menjalar ke belahan dunia lain. Perancis, Inggris, Italia, tidak luput dari goncangan krisis keuangan. Dan, tahun ini, krisis politik di Timur Tengah telah menumbangkan rezim-rezim oligarkis yang renta. Bagai dua sisi mata uang,  bencana ekologis pun mengiringi krisis ekopol itu. Bencana alam dan kerusakan SDA menyadarkan kita pada bahaya kapitalisme. Sejak gempa dan tsunami Aceh, China, Haiti sampai kebocoran reaktor nuklir Jepang akibat gempa dan tsunami, para pendukung neoliberalisme semakin tersudut.  
Keruntuhan rezim globalisasi sudah di depan mata. Kapitalisme sudah menjadi  ideologi yang menyesatkan. Resep pasar bebas dan privatisasi yang sekian lama diagung-agungkan Bank Dunia dan IMF, AS dan sekutunya gagal mengatasi krisis peradaban ini.  Sebaliknya, masyarakat dunia dihantui bencana ekologis, perubahan iklim, krisis pangan, dan kemiskinan permanen. Don K. Marut (2008), Direktur Eksekutif INFID dalam tulisan berikut ini menyebut fenomena itu sebagai krisis dan bencana kapitalisme. Suatu analisis komprehensif-kritis tentang cara kerja perusahaan-perusahaan transnasional (MNC's) dan para kompradornya yang sukses mengeksploitasi SDA negara-negara berkembang. Kita pun terkesima dibuatnya bahwa dibalik perang dan bencana, di situ ada duet maut kapitalisme dan militerisme.
Lebih jauh tentang Don K. Marut silahkan klik http://www.trunity.net/infidjakarta/topics/view/55556/  dan http://facebook.com/don.marut.