Tulisan
ini adalah salah satu bacaan pemerkaya para pegiat gerakan sosial,
terutama yang menfokuskan perhatiannya pada penyadaran rakyat.
Materinya disari dari sebuah buku yang sangat populer di Amerika
Latin, hasil riset yang panjang atas situasi ekosob sejak tahun 1985,
yang dilakukan secara multidisiplin. Buku tersebut berjudul Human
Scale Development: Conception, Application, and Further Reflections
(The Apex Press, 1991), ditulis oleh Manfred A. Max-Neef. Di dalamnya
dibahas tentang Sembilan Kebutuhan Dasar Manusiawi (SEMBADA). Di
Indonesia dikenal Sembilan Kebutuhan Pokok (SEMBAKO) menurut SK
Menteri. Kedua konsep tersebut sangat berbeda.
Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
Tampilkan postingan dengan label krisis utopia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label krisis utopia. Tampilkan semua postingan
23 Nov 2011
30 Sep 2010
Perjuangan Organisasi Rakyat dalam Habitus Kampung dan Kota[1]
Tulisan ini bersifat narasi deskriptif mengenai dinamika organisasi rakyat miskin yang memperjuangkan kepentingannya dalam konteks transisi demokrasi pasca reformasi 1998. Penulis berasumsi bahwa reformasi di ranah politik telah merevitalisasi kebebasan berorganisasi dan berpendapat di ranah sosial. Hanya saja, tidak selalu persis sama apa yang dipertaruhkan kaum reformis di ranah politik dengan apa yang diperjuangkan rakyat miskin di ranah sosial. Tulisan ini ingin menjelaskan karakteristik perjuangan organisasi rakyat miskin dalam habitus kampung dan kota, yang membedakannya dengan organisasi formal masyarakat sipil pada umumnya.
Pertama sekali penting dikemukakan beberapa kata kunci di dalam tulisan ini, yaitu Organisasi Rakyat, Habitus, Kampung dan Kota.
Label:
advokasi,
CO,
forum warga,
habitus,
kampung,
kota,
krisis utopia,
orde baru,
organisasi rakyat,
popular organization,
ranah politik,
rap,
reformasi,
rmk
indonesia
Makassar, Indonesia
