Tahun 2011 ditutup
dengan serangkaian peristiwa kekerasan yang memilukan. Ironisnya
kekerasan tersebut dilakukan Negara terhadap rakyatnya sendiri. Kasus
kekerasan di Mesuji dan Bima merupakan puncak gunung es dari
banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh Negara terhadap warga
negara. Negara yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi
centeng pengusaha yang menhilangkan nyawa warga atas nama penegakkan
hukum. Saluran- saluran formal yang tersedia macet dan tidak memberi
harapan. Kasus bakar diri yang dilakukan seorang mahasiswa Bung Karno
menunujukkan indikasi frustasinya rakyat terhadap prilaku penguasa
dan macetnya saluran formal.
Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
Tampilkan postingan dengan label sengketa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sengketa. Tampilkan semua postingan
1 Jan 2012
Kemiskinan, Kekerasan Negara dan Perlawanan Rakyat
Label:
agraria,
asasi,
hak,
kebijakan,
kekerasan,
kemiskinan,
kota,
lahan,
land-reform,
negara,
penggusuran,
rakyat,
sengketa
30 Des 2011
Catatan Akhir Tahun 2011
Represi terhadap
petani, buruh, dan aktivis pengunjuk rasa oleh aparat pengamanan di
kawasan industri sepanjang tahun 2011 cukup tinggi. Selain kasus manifes seperti konflik masyarakat adat dan buruh-karyawan di
kawasan pertambangan emas PT Freeport Mc Moran di Timika Papua,
muncul kasus-kasus yang relatif baru. Sepanjang tahun ini pula,
bencana alam terus melanda dunia. Seakan berkejaran dengan bentrokan
(bencana) sosial dan korupsi di Indonesia. "Dunia sedang tidak
baik-baik saja", bunyi salah satu poster dalam May Day di
Makassar setahun lalu. Indonesia sedang kritis digerogoti politisi
yang korup, aparat kepolisian yang brutal, dan kapitalis yang
serakah.
Label:
aksi,
aparat,
bentrokan,
brutal,
buruh,
ekosob,
ham,
kapitalis,
kepolisian,
Label agraria,
mahasiswa,
pelanggaran,
penembakan,
pertambangan,
petani,
represif,
sengketa,
solidaritas
indonesia
Ujung Pandang, Indonesia
30 Sep 2010
Perjuangan Rakyat Miskin Kota: dari Menabung ke Advokasi Politik
M.
Nawir
Gagasan dalam
tulisan ini dikembangkan dari pengalaman lima tahun “gerakan rakyat miskin”
dalam ranah politik ruang kota di Makassar. Kemasan isu-isu populis “hak-hak
dasar”, menjadi fokus pergerakan komunitas miskin seiring dengan gaya-populis
negara.
Latardepan
Sesungguhnya
problem hak-hak politik dan ekosob bukanlah isu baru dalam gerakan advokasi.
Tuntutan akan pemenuhan hak-hak dasar tersebut menjadi salah satu isu sentral
di era reformasi. Pemerintah pun mengandalkan program-program pelayanan hak-hak
dasar. Di kota Makassar, pemerintah kota menerbitkan perda dan perwali tentang
subsidi pelayanan hak-hak identitas, kesehatan, pendidikan, pemakaman dan
bantuan hukum. Untuk mengukur kinerja birokrasinya, pemkot membentuk Komisi
Ombudsman Daerah, khusus pelayanan publik.
Label:
advokasi,
blok politik,
gerakan sosial,
hak ekosob,
JRMK,
kontrak politik,
KPRM,
LSM,
penggusuran,
perjuangan,
rmk,
sengketa,
tata kota
indonesia
Makassar, Indonesia


