Tulisan singkat ini
hendak memaknai istilah kader dewasa ini. Penulis terinspirasi oleh pengalaman
menfasilitasi pelatihan Kader Pembangunan Masyarakat Desa (KPMD) di beberapa
desa bersama Tim Pemandu Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Makassar. Penulis
berharap, tulisan ini dapat memperkaya visi dan misi pembangunan desa dari
perspektif pengorganisasian kader desa.
Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
12 Jun 2017
1 Mei 2017
BUMDes - Booming Usaha Milik Desa
Catatan Seminggu di Halmahera Barat
Suharto dan
Susanto. Kedua lelaki paruh baya ini adalah transmigran asal Jember Jawa Timur.
Sejak tahun 1992 mereka menetap di desa Golago Kusuma kecamatan Sahu Timur
kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara. Pak Harto, begitu panggilan sehari-harinya
adalah Kepala Desa. Sedangkan pak Santo adalah Direktur Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes). Sebagai Kades, pak Harto secara ex
officio menjabat Komisaris BUMDes
Dan, pak Santo sebagai direktur, tentu saja adalah pelaksana mandat keputusan
Musyawarah Desa yang ditetapkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
7 Mar 2017
Dicari Arsitek Profesional
Oleh M. Nawir
Harimau-harimau Mengintai Orang-orang Baik Sepanjang
Jalan Tanpa Ujung Menuju Roma
Penulis mengapresiasi sebuah buku
berjudul Belajar Bersama Arkom Jogja:
Gerakan Sosial dan Hal-hal yang Belum Selesai (Marsen Sinaga, 2017).
Apresiasi penulis terutama pada klaim sekumpulan arsitek-perencana yang menyebut
diri Arsitek Komunitas. Klaim Arkom adalah: (1) membangun ruang bersama
komunitas secara partisipatif; (2) mempengaruhi kebijakan penataan ruang
pemerintah daerah/kota secara kolaboratif. Kedua hal ini menegaskan eksistensi
arsitek komunitas, yang membedakannya dengan profesi arsitek konvensional.
1 Feb 2017
Catatan Seminggu di Solo (Bagian 2)
Relaksasi:
“Ikan Tongkol” atawa “Ikan Phallus”
Sejak dahulu kota Solo identik dengan
kota sungai Bengawan Solo dan Kali Pepe. Tidak ada laut yang membatasinya.
Itulah sebabnya makanan jajanan khas Solo pada umumnya diolah sumber daya
pertanian dan peternakan seperti daging ayam, kambing, sapi, dan jenis ikan
sungai seperti gurame, mujair, di samping sayur-sayuran dengan bumbu yang
pedis-manis. Jadi, jangan terlalu berangan-angan bisa menikmati makanan jajanan
(warungan) ikan bakar, ikan masak seperti di kota Makassar. Tidak ikan tongkol bakar di Solo. Menu ikan bakar
terutama disajikan di restoran china. Kuliner
yang khas seperti Soto Timlo, Gudeg Ceker, Nasi Liwet, Sate dan Tengkleng,
Bakso dan Mie Ayam. Juga tersedia makanan khas lainnya seperti sea food ala Restoran Cantoni. Keberagaman kuliner ini merupakan ciri keberagaman budaya-agama
masyarakat kota Solo.
31 Jan 2017
Catatan Seminggu di Solo (Bagian 1)
Siasat Arsitek Komunitas
Menghadiri undangan Yuli Kusworo, saya
mengikuti rangkaian kegiatan Nyemlung
Kampung Arkom Jogja dari 18 sampai 27 Januari 2017 di kota Solo. Serasa
melepaskan saya dari rumah-kampung,
dan masuk kota lagi. Lebih seminggu bergabung
dengan 40-an anak muda jurusan arsitek dari berbagai kota, Jakarta, Bandung,
Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Kendari, Pontianak, dan tentu saja jogja-Solo.
Beberapa di antaranta mahasiswa jurusan sosiologi UNS Surakarta.
29 Nov 2016
REFLEKSI SASTRA KEBANGSAAN
PASTRINDO
Pserserikatan Alumni Sastra Indonesia
Bahasa menunjukkan bangsa, Sastra merefleksikan identitas bangsa melalui bahasa. Bahasa dan sastra adalah senyawa kebangsaan indonesia. Secara historis, hal itu telah diamanahkan oleh kaum muda pelopor republik pada tahun 1928 melalui Sumpah Pemuda. Satu kesatuan bahasa, tanah, dan bangsa itu adalah proklamasi kebangsaan, yang tidak terpisah dari proklamasi kemerdekaan 1945.
Wawasan kebangsaan mencakup kesadaran tentang pluralitas suku, ras, antargolongan, khasanah budaya dan adat istiadat; kesadaran tentang ideologi antar bangsa, sistim politik, dan terutama simbol-simbol pemersatu suatu bangsa seperti bahasa, lagu dan bendera kebangsaan.
19 Nov 2016
Identitas Budaya Bangsa dalam Bingkai NKRI
![]() |
| Andi Abd. Khalid Syukur |
16 Okt 2016
Merayakan Hari Habitat 2016
MEMBANGUN RUMAH PERADABAN
https://www.youtube.com/watch?v=bQH8gRGWntM
Merupakan agenda tahunan Jejaring Rakyat Miskin Indonesia (JERAMI) merayakan World Habitat Day pada minggu pertama bulan Oktober. Tahun ini, Jerami - KPRM Makassar melakukan pawai dari Monumen Mandala ke Lapangan Karebosi, kemudian dilanjutkan dengan Dialog Kebijakan Pemerintah Kota Makassar. Perayaan tahun ini dihadiri tidak kurang dari 500 massa rakyat KPRM (lih. link beritanya http://makassar.tribunnews.com/2016/10/16/jerami-tuntut-kesejahteraan-lewat-dialog-bareng-pemkot-makassar, http://makassartoday.com/2016/10/16/ribuan-orang-peringati-hari-habitat-dan-penghapusan-kemiskinan-di-karebosi/.Selain poster, spanduk, siaran pers, perayaan hari habit Jerami - KPRM diramaikan dengan pertunjukan seni tradisi 'Ganrang Buloa', yakni seni pencak diiiringi gendang dari warga pesisir Tallo, Buloa.






