18 Jul 2018

Perlindungan Penyandang Disabilitas

Gagasan Perlindungan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Maros[1]
Oleh Tim Sulisa Matra Bangsa[2]
Penghormatan, pelindungan, dan pemenuhan hak-hak Penyandang Disabilitas merupakan kewajiban konstitusional negara. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia juga menegaskan tanggung jawab masyarakat menghormati dan memenuhi hak Penyandang Disabilitas. Undang-undang ini mendasari pembentukan peraturan perundang-undangan berperspektif HAM.

10 Jun 2018

Review Diskusi Gerakan Sosial dan Radikalisasi Agama di Kalangan Kaum Muda dan Miskin Kota

Sumber:
https://karebaukmmenulis.wordpress.com/2018/06/10/review-diskusi-gerakan-sosial-dan-radikalisasi-agama-di-kalangan-kaum-muda-dan-miskin-kota/
Gerakan sosial dari masa ke masa memunyai corak dan ciri khasnya tersendiri, tentang bagaimana latar belakang suatu gerakan itu bisa terbentuk. Sebut saja pada masa kebangkitan nasional, latar belakang masa itu tentu adalah praktik penjajahan/kolonialisme yang menyebabkan gerakan sarat akan nasionalisme. Lain lagi Orde Lama yang diwarnai dengan paham komunisme hingga Orde Baru dengan totalitarianismenya. Lalu bagaimana dengan konteks reformasi hingga hari ini? Lain masa, lain cerita, maka mari mencari jawaban bersama!

5 Jun 2018

Diskusi-Refleksi Jejaring Institut Rumah Kampung Kota

PENGANTAR
Pasca ledakan bom bunuh diri di kota Surabaya yang terjadi di lima titik, mengafirmasi seperti apa kuatnya gerakan ekstremisme1 agama di Indonesia. Beberapa fakta yang ditemukan pada tragedi bom bunuh diri yang pernah terjadi, sebelum ledakan di Surabaya, sebagian besar pelakunya berasal dari kelompok masyarakat yang rentan secara ekonomi dan politik: Atau kelompok masyarakat yang berada di pinggiran kota (baca: kampung kota).
Menurut Dr Alex P. Schmid (2013) dalam Jurnal ICCT Research Paper bertajuk Radicalisation, De-Radicalisation, Counter Radicalisation: A Conceptual Discussion and Literature Review, mengeksplorasi perbedaan radikalisme dan ektremisme melalui lintasan sejarah gerakan internasional. Dalam riset itu, dijelaskan bahwa secara historis radikal cenderung lebih terbuka terhadap rasionalitas-meskipun kadang terpaksa menggunakan cara kekerasan- dan kompromi pragmatis, tanpa meninggalkan pencarian mereka atas akar masalah. Sedangkan ekstresmisme cenderung memiliki pemikiran yang tertutup dan kaku, dan secara mutlak menerima kekerasan dalam metode perjuangan politik. Oleh karenanya, istilah ekstremisme dirasa lebih tepat dalam mendefinisikan aksi-aksi kekerasan atas nama agama.

11 Apr 2018

Gagasan Penyusunan Naskah Akademik Kebencanaan di Daerah

Gagasan Penyusunan Naskah Akademik Kevbencanaan di Kabupaten Maros[1]
Oleh Tim Sulisa Matra Bangsa[2]
Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki wilayah yang luas, berada pada posisi silang antara dua benua dan dua samudra besar; Asia yang beriklim tropis, dan Australia yang beriklim semi-tropis. Dengan posisi itu, wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, dan demografis yang rentan terhadap terjadinya bencana alam, sehingga memerlukan penanganan yang sistematis, terpadu, dan terkoordinasi. Wilayah Indonesia yang dikenal dengan sebutan Benua Maritim memiliki 17.504 pulau besar dan kecil. Kawasan perairan laut seluas 7,9 juta km2 atau 81% dari luas keseluruhannya, yang terdiri atas perairan laut teritorial, laut nusantara, dan laut Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI). Garis pantai Indonesia terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Pada wilayah daratan seluas 1,9 juta km2, sebesar 27 % atau sekitar 0,54 juta km2 merupakan perairan umum berupa sungai, rawa, danau, dan waduk.

17 Agu 2017

Sajak Orang-orang Beruban

Kepada Alwy Rachman

“Bahasa yang kupakai menentangmu, bahasamu, bukan bahasaku”

Begitu cara kita mengajarkan bahasa ilmu

Aku tidak lupa

Kita bilang “kata-kata adalah tindakan”

Lidahmu bagai api

Maka kujadikan itu alasan turun ke jalan 

Di perguruan akademik

Bahasamu beranak-pinak

Menjelma lah generasi menolak takluk

Dan Orde Baru lengser di kepal tinju kaum muda

Harimau belang mati begitu saja

Anak-anak muda pergi bersama sekolahnya

Tinggalkan rumah selamat jalan desa

Berjumpa lah dengan rasionalisme

Melayang bebas dunia maya

Lupakan nasionalisme

Hari ini kita ngopi

Ketika bahasamu seusia anakku

Aku berguru laiknya dahulu

Lalu-lalang anak-anak millenia

Segenggam telepon daring di tangannya

Tak perlu lidah dia bercakap

 “Apa yang kau pikirkan?”

Rumah tanpa pagar

“Apa yang baru?”

Bom bunuh diri

Lalu-lalang anak-anak milenia

“Dekat di mata jauh di hati”

Inilah sajak orang-orang beruban

Bernyanyi ‘forever young’

Menolak takluk

Bersiasat hingga senja

Bagai don quixote the man of la mancha:

Rela masuk neraka malu masuk surga

Biarkan maya melanglang buana

Banyak jalan pulang ke rumah

Kita ngopi nyantai saja

Tunggu masa panen tiba

Makassar, 17 Agustus 2017

*murid, sahabat, sejawat, seperjuangan alwy rachman (1987 – 2017)

17 Jul 2017

KAMPUNG KOTA LASUSUA

M. Nawir
Sulisa Matra Bangsa
Lasusua Kolaka Utara Sulawesi Tenggara adalah Kampung-Kota para pendatang pencari kerja atau perantau yang mayoriras menyebut dirinya "Orang Selatan (Sulawesi)". Kesuburan tanah Kolaka menjadi daya tarik utama ‘orang selatan’ bermigrasi melalui jalur darat Malili kabupaten Luwu Timur atau melintasi Teluk Bone dari pelabuhan Siwa kabupaten Wajo. Mereka kemudian berkebun, bertani, berumah-tangga, membaur, dan berkembang biak hingga akhirnya menjadi penguasa wilayah.

12 Jun 2017

PENGKADERAN DI DESA

M. Nawir
Tulisan singkat ini hendak memaknai istilah kader dewasa ini. Penulis terinspirasi oleh pengalaman menfasilitasi pelatihan Kader Pembangunan Masyarakat Desa (KPMD) di beberapa desa bersama Tim Pemandu Balai Latihan Masyarakat (Balatmas) Makassar. Penulis berharap, tulisan ini dapat memperkaya visi dan misi pembangunan desa dari perspektif pengorganisasian kader desa.

1 Mei 2017

BUMDes - Booming Usaha Milik Desa

Catatan Seminggu di Halmahera Barat
Suharto dan Susanto. Kedua lelaki paruh baya ini adalah transmigran asal Jember Jawa Timur. Sejak tahun 1992 mereka menetap di desa Golago Kusuma kecamatan Sahu Timur kabupaten Halmahera Barat Maluku Utara. Pak Harto, begitu panggilan sehari-harinya adalah Kepala Desa. Sedangkan pak Santo adalah Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebagai Kades, pak Harto secara ex officio menjabat Komisaris BUMDes  Dan, pak Santo sebagai direktur, tentu saja adalah pelaksana mandat keputusan Musyawarah Desa yang ditetapkan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD).