Berbeda dengan tulisan Idham pada buku sebelumnya, problematika perikanan budi daya, khususnya pertambakan kali ini dihadirkan secara faktual disertai data, argumentasi dan gagasan alternatif pendekatannya. Buku sebelumnya, Perikanan atau Perikiri (2021) semacam antitesis yang menegaskan sudut pandang (point of view) Idham dalam kancah pemberdayaan perikanan budi daya bahwa “sisi tersembunyi sama pentingnya dengan sisi yang mengemuka”, yakni perikiri. Idham menegaskan problem dasar petambak adalah ketimpangan penguasaan lahan, dan karena itu dia berasumsi bahwa jalan reforma agraria adalah solusinya.
Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
24 Jun 2022
23 Jan 2022
Pidato Greta Thurnberg di Majelis Nasional di Paris, 23 Juli 2019
Diterjemahkan dari transkrip pidato dalam https://awpc.cattcenter.iastate.edu/2019/12/02/speech-at-the-national-assembly-in-paris-july-23-2019/
"Darurat Iklim": Pesan Aktivis Milenial Greta Thurnberg
Aktivis iklim Greta Thunberg Berbicara di KTT Aksi Iklim PBB di New York City pada hari Senin, 23 September 2019. Berikut terjemahan transkrip lengkapnya darihttps://www.npr.org/2019/09/23/763452863/transcript-greta-thunbergs-speech-at-the-u-n-climate-action-summit
19 Jan 2022
RTG, Mitigasi Pasca Gempa
United Nations International Strategy for Disaster Reduction (UN-ISDR), badan PBB urusan kebencanaan mengelompokkan lima jenis potensi bencana alam, yaitu; (1) Bahaya geologi (geological hazards); (2) Bahaya hidrometeorologi (hydrometeorological hazards); (3) Bahaya biologi (biological hazards); (4) Bahaya teknologi (technological hazards), dan (5) Penurunan kualitas lingkungan (environmental degradation).
Catatan dari Mamuju Setahun Pasca Gempa
25 Des 2021
Tantangan Pemajuan Budaya Ekologis
Paradigma baru pemajuan kebudayaan menjadi topik utama dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Kongres ini merumuskan tujuh tantangan kebudayaan nasional dalam situasi perubahan global, yaitu: (1) Pengerasan identitas primordial dan sentimen sektarian (SARA); (2) Meredupnya khazanah tradisi dalam gelombang modernitas; (3) Disrupsi teknologi informatika belum dipimpin oleh kepentingan konsolidasi kebudayaan nasional; (4) Pertukaran budaya global yang timpang menjadikan Indonesia sebagai konsumen budaya dunia; (5) Pembangunan berbasis ekonomi-politik mengakibatkan penghancuran lingkungan hidup dan ekosistem budaya; (6) Belum optimalnya tata kelembagaan bidang kebudayaan; (7) Desain kebijakan belum memudahkan masyarakat untuk memajukan kebudayaannya.
19 Jul 2021
Wawas Diri di Masa Pandemi
| Idham Malik (Subaltern, 2021) |
Pandemi bukan penghalang untuk menulis karena imajinasi tidak bisa dikurung (SDD, Juli 2020)[1]
14 Jul 2021
Daya Sintas Buruh dan Kaum Miskin Kota
“Alhamdulillah, selama ada corona, laris jualanku, banyak yang beli jahe, sereh, temu lawak, kelapa muda, beras merah, gula merah, putu cangkiri, nasi kuning, madu, telur ayam, bebek, minyak gosok, dan kembang-kembang. Sebelum corona kurang-kurang pembeliku. Kenapa baru begitu, kenapa tunggu corona, padahal itu semua makanan sehat alami?”
