25 Des 2021

Tantangan Pemajuan Budaya Ekologis

 
Judul: Panduan Pembelajaran Budaya Ekologis Masyarakat Adat To Cerekang
Penulis: Andi M. Akhmar dkk
Tebal: 150 halaman
Penerbit: FIB Unhas kerjasama Pemkab Lutim
Tahun: 2021

Paradigma baru pemajuan kebudayaan menjadi topik utama dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018. Kongres ini merumuskan tujuh tantangan kebudayaan nasional dalam situasi perubahan global, yaitu: (1) Pengerasan identitas primordial dan sentimen sektarian (SARA); (2) Meredupnya khazanah tradisi dalam gelombang modernitas; (3) Disrupsi teknologi informatika belum dipimpin oleh kepentingan konsolidasi kebudayaan nasional; (4) Pertukaran budaya global yang timpang menjadikan Indonesia sebagai konsumen budaya dunia; (5) Pembangunan berbasis ekonomi-politik mengakibatkan penghancuran lingkungan hidup dan ekosistem budaya; (6) Belum optimalnya tata kelembagaan bidang kebudayaan; (7) Desain kebijakan belum memudahkan masyarakat untuk memajukan kebudayaannya.

19 Jul 2021

Wawas Diri di Masa Pandemi

Idham Malik (Subaltern, 2021)

Prolog oleh Awi MN

 Pandemi bukan penghalang untuk menulis karena imajinasi tidak bisa dikurung (SDD, Juli 2020)[1]

Sewaktu Idham menulis kumpulan tulisan ini antara April – Juni 2020, situasi lengang di jalan raya, fasilitas umum, perkantoran, pusat perbelanjaan, bandara. Statistik infeksi corona di dunia yang dia tulis masih berkisar 730.000 kasus, dan sekitar 34.000 kematian. Pada periode yang sama di Indonesia masih 6.000 kasus corona dengan kematian di atas 500 orang. Pada saat pengantar tulisan ini diketik, PPKM darurat sedang diberlakukan. Sebanyak 223 negara terpapar corona, 191.773.590 terkonfirmasi, serta 4.127.963 orang tewas. Di Indonesia sebanyak 3.033.339 orang terpapar corona, dan 79.032 meninggal.[1] Dalam tempo setahun saja (Maret 2020 – Pebruari 2021), rata-rata kasus kematian di Indonesia atau ekses mortalitas pandemi corona adalah 2,1%, yakni 36.325 per-1.75 juta[2]. Persentase kematian ini bertambah sejak Maret-April 2021 seiring dengan varian baru corona dan arus mudik, menjadi 2,71%, lebih tinggi dari persentase kematian dunia 2,22%.[3]

14 Jul 2021

Daya Sintas Buruh dan Kaum Miskin Kota

M. Nawir[1]

“Alhamdulillah, selama ada corona, laris jualanku, banyak yang beli jahe, sereh, temu lawak, kelapa muda, beras merah, gula merah, putu cangkiri, nasi kuning, madu, telur ayam, bebek, minyak gosok, dan kembang-kembang. Sebelum corona kurang-kurang pembeliku. Kenapa baru begitu, kenapa tunggu corona, padahal itu semua makanan sehat alami?”

17 Jun 2021

MENGAKTIVASI KADER DALAM PENGELOLAAN DANA DESA

Oleh Wiwin 
Pendahuluan
Penulis tertarik untuk membahas pembelajaran mengenai cara mempelajari dan menganalisis Dana Desa yang tertuang dalam dokumen Anggaran Belanja Pembangunan Desa (APBDesa). Ketertarikan penulis sangat beralasan, mengingat Dana Desa merupakan faktor penentu kelancaran pembanguan desa di segala bidang. Sehingga diperlukan sikap kehati-hatian, pengetahuan dan keahlian, baik dalam perenacanaan maupun pengelolaan Dana Desa. 

29 Nov 2020

Model Relokasi Mandiri Kampung Mamboro Perikanan

Praktik Arsitek Komunitas Pasca Bencana di Kota Palu
AWI MN[1]
Tulisan ini merupakan bagian Epilog dalam buku Tutura, Pepatah di Patahan Ingatan (2020) yang ditulis oleh Ibe S. Palogai dan Lala Bohang. Sebuah kolaborasi beberapa penulis-peneliti dalam bidang kajian sastra, antroplogi, arkeologi-sejarah, masyarakat adat, dan arsitek. Judul asli tulisan tersebut adalah Praktik Arsitek Komunitas Pasca Bencana di Kota Palu.

15 Nov 2020

Catatan Pidato Kebudayaan DKJ 2020

Lumbung Kebudayaan di Sepanjang Gang

Awi MN[1]

Saya terkesan dengan rekaman video Pidato Kebudayaan DKJ 2020 https://www.youtube.com/watch?v=tRsgKTdtOrc yang dibawakan oleh Profesor Melani Budianta, berjudul Lumbung Kebudayaan di Sepanjang Gang. Judul pidato yang metaforis, mereprsentasi sudut pandang warga kampung kota. Prihatin dengan situasi kebudayaan nasional dalam pusaran budaya global. Terkesan meratapi nasib  para penghuni lorong kampung kota yang terdampak perubahan dan pandemic di luar daya kendalinya. Namun, Melani menarasikan survivalitas mereka dengan daya kreasi yang khas kampung kota sebagai siasat berkebudayaan.

12 Nov 2020

Pemberdayaan Petambak dari Perspektif Perikiri

Prolog Awi MN
Dalam kumpulan tulisannya, Idham Malik mengkritisi problem sosial-ekologi dalam tradisi pembudidayaan tambak di Sulawesi Selatan. Sikap kritis penulisnya penting untuk diapresiasi sebagai pengalaman, pembelajaran dalam memperkaya visi pemberdayaan masyarakat perikanan yang berkelanjutan.

21 Mei 2020

"Berdamai" dan "New Normal" dari Perspektif Pengurangan Risiko Bencana (PRB)

M. Nawir
Tulisan ini hendak memperkaya cara pandang terhadap epidemi/pandemi Covid 19 sebagai kejadian bencana (kesehatan). Berbekal pengalaman praktis bekerja-berkolaborasi di wilayah bencana alam dan sosial, penulis bersikap kritis terhadap pernyataan presiden Joko Widodo perihal “Berdamai” dan “New Normal” dalam menghadapi pandemi Covid 19. Reaksi publik terhadap kedua istilah tersebut dapat dibaca di media sosial (klik. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5015469/mungkinkah-berdamai-dengan-corona/2; https://newsmaker.tribunnews.com/2020/05/29/populer-fakta-new-normal-di-indonesia-dari-definisi-penerapan-hingga-kritikan-sejumlah-pihak).