Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
31 Mar 2012
Komentar Kenaikan BBM oleh Revrisond Baswir
Label:
analisis,
apbn,
bbm,
IMF,
kebohongan,
kemiskinan,
migas,
money politics,
neolib,
pasar,
subsidi,
USAID,
UU
29 Feb 2012
WALI KITA
Jika kelak kita
jadi walikota, seperti apakah kota dan pemerintahan yang kita
inginkan terjadi? Ini pertanyaan terbuka dari Wardah Hafidz, mantan
kordinator UPC, intelektual sekaligus aktivis HAM, yang akrab di sapa
“mba wardah” oleh rakyat miskin kota. Di sekretariat KPRM Makassar baru-baru ini,
dia mengajukan pertanyaan di atas kepada pengurus KPRM, yang sedang
menyiapkan agenda gerakan politik alternatif 2013-2018.
- pemimpin pemerintahan yang berpihak rakyat
- anggaran yang berpihak rakyat
- pengadaan rumah bagi rakyat miskin
- legalisasi tanah garapan rakyat
- mewujudkan jaminan asuransi sosial
- melindungi produk lokal dan pasar tradisional
- tidak tambah lagi mall dan kendaraan mewah
Sederet jawaban di
atas mencerminkan harapan ideal siapa pun pada walikota kota dan
pemerintahannya kelak. Harapan yang sebenarnya sudah tahunan diucap
berulang-ulang dalam seminar, workshop, pelatihan, talk-show, dengar
pendapat, orasi unjuk rasa, dan obrolan di warkop.
Harapan mereka
terasa ideal hanya karena sistim politik dewasa ini yang abai pada
amanah konstitusi, yakni negara dengan pemerintahannya bertanggung
jawab untuk melindungi, mengayomi, dan mensejahterakan rakyat secara
murni dan konsekuen.
Menaruh harapan
pada pundak walikota dan politisi parpol sekarang ini, rasanya sudah
terlalu sering, bahkan sudah tidak nyaman untuk diajukan lagi. Jadi
lebih baik dijadikan agenda perjuangan Wali Kita saja. Wali Kita adalah
pemimpin masa depan, yang berasal dari kita, yang didukung dan
dipilih oleh siapa saja yang menginginkan kota dan pemerintahannya
bekerja atas perintah konstitusi, yang artinya amanah penderitaan
rakyat (http://institutrmk11.wordpress.com/)
26 Feb 2012
The Representative Leaders
If later we become a mayor, what kind of the city and the governance as we want to happen? This open question is from Wardah Hafidz, former coordinator of the UPC, and human rights activists, who greeted the familiar "mba Wardah" by the urban poor. In Makassar recently, he posed the question on the board KPRM, which is preparing the agenda of an alternative political movement 2013-2018.
popular city government leaders - city budget pro-poor
- provision of houses for the poor
- legalization of the land for people
- realize the social insurance
- protect local and traditional markets
- no more malls and luxury vehicles
A series of answers above
reflects the ideal expectation of everybody to the city mayor and his
administration in the future. Annual real expectation is uttered
repeatedly in seminars, workshops, training, talk shows, public
hearings, protest speeches, and conversations in coffeeshop.
Their
expectation was ideal because the political system today is
indifferent to the constitutional mandate, the state with a
government responsibility to protect, shelter, and welfare of the
people are genuine and consistent.
Mayor
hopes on the shoulders of political parties and politicians today, it
seems all too often, even uncomfortable to ask again. So better serve
the agenda of Mayor we just struggle.
Our representative leaders
for the future, called "wali kita", who comes from us, who
supported and elected by anyone who wants the city and his
administration to work on the orders of the constitution, which means
the trust of the people suffering.
Label:
city,
consistency,
constitution,
government,
leader,
people,
poor,
representative,
urban
13 Feb 2012
Kode Etik Wali Kota Dunia
Yayasan
Wali Kota Dunia (The City Mayor Foundation) didirikan
pada tahun 2003 untuk mempromosikan, mendorong dan memfasilitasi
pemerintah daerah yang baik. Lebih jauh, Walikota Dunia telah
melembagakan Kode Etik bagi para pemimpin kota yang ingin melakukan
tugas mereka secara terhormat. Pada gilirannya, Yayasan Wali Kota ini
bertujuan untuk menetapkan Piagam Walikota (Mayor Chartered)
sebagai pengakuan dari para pemimpin kota yang berintegritas tinggi
dan berkompetensi dalam layanan publik, serta mematuhi Kode Etik.
1 Jan 2012
Kemiskinan, Kekerasan Negara dan Perlawanan Rakyat
Tahun 2011 ditutup
dengan serangkaian peristiwa kekerasan yang memilukan. Ironisnya
kekerasan tersebut dilakukan Negara terhadap rakyatnya sendiri. Kasus
kekerasan di Mesuji dan Bima merupakan puncak gunung es dari
banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh Negara terhadap warga
negara. Negara yang seharusnya melindungi rakyat justru menjadi
centeng pengusaha yang menhilangkan nyawa warga atas nama penegakkan
hukum. Saluran- saluran formal yang tersedia macet dan tidak memberi
harapan. Kasus bakar diri yang dilakukan seorang mahasiswa Bung Karno
menunujukkan indikasi frustasinya rakyat terhadap prilaku penguasa
dan macetnya saluran formal.
Label:
agraria,
asasi,
hak,
kebijakan,
kekerasan,
kemiskinan,
kota,
lahan,
land-reform,
negara,
penggusuran,
rakyat,
sengketa
30 Des 2011
Catatan Akhir Tahun 2011
Represi terhadap
petani, buruh, dan aktivis pengunjuk rasa oleh aparat pengamanan di
kawasan industri sepanjang tahun 2011 cukup tinggi. Selain kasus manifes seperti konflik masyarakat adat dan buruh-karyawan di
kawasan pertambangan emas PT Freeport Mc Moran di Timika Papua,
muncul kasus-kasus yang relatif baru. Sepanjang tahun ini pula,
bencana alam terus melanda dunia. Seakan berkejaran dengan bentrokan
(bencana) sosial dan korupsi di Indonesia. "Dunia sedang tidak
baik-baik saja", bunyi salah satu poster dalam May Day di
Makassar setahun lalu. Indonesia sedang kritis digerogoti politisi
yang korup, aparat kepolisian yang brutal, dan kapitalis yang
serakah.
Label:
aksi,
aparat,
bentrokan,
brutal,
buruh,
ekosob,
ham,
kapitalis,
kepolisian,
Label agraria,
mahasiswa,
pelanggaran,
penembakan,
pertambangan,
petani,
represif,
sengketa,
solidaritas
indonesia
Ujung Pandang, Indonesia
26 Des 2011
Gampong Loen Sayang
Menyebut "gampong loen sayang". mengingat Aceh pasca gempa dan tsunami tujuh tahun lalu - mengenang spirit kebangkitan para survivor dari penderitaan dan kehampaan, menghormati arwah mereka yang hilang, tewas, syahid.
Gampong Loen Sayang pertama kali adalah ungkapan yang
mendalam survivor kepada tanah, air, adat-tradisi dan lingkungan hidup mereka
pasca bencana tsunami. Selanjutnya konsep gampong loen sayang ini menjadi
langkah bersama untuk membangun kembali kehidupan secara berjaringan
antar-kampung dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Deklarasi Jaringan
Udeep Beusaree (JUB), yakni: Kebersamaan, Kemandirian, Saling Percaya,
Kejujuran, dan Bekerjasama dengan pihak lain.
Label:
aceh,
eco-vilage,
ekologis,
gampong. loen,
gempa,
komunitas,
kultural,
rekonstruksi,
rura,
sayang,
spiritual,
survivor,
tsunami,
urban
23 Des 2011
Reportase Forum GFDRR - Jakarta 14-15 Nop 2011
Oleh Awi MN
Huairou
Commission berpartisipasi dalam forum GFDRR – Global Facility Disaster
Reduction and Recovery – dengan menghadirkan representasi perempuan grass
root dari Indonesia, Pilipina dan Nepal. Representasi Indonesia adalah UPC-KPRM
yang diwakili Awi dan Lina; Pilipina diwakili Jo Castillo (DAMPA), dan dari
Nepal diwakili Pusp Joshi (Lumanti). Dari wakil pemerintah adalah Ismounandar
(BPBD Makassar), Sagar Mishra (BPBD Nepal), dan Chricell (Barangai
Captain/Kades Bagong Silangan Pilipina). Partisipasi ini merupakan bagian dari
strategi advokasi jaringan HC sebagai mitra UN-ISDR.
GFDRR
merupakan forum konsultasi kebijakan Bank Dunia untuk pengurangan resiko
bencana bagi para mitranya, yakni lembaga donor, pemerintah dan LSM dari 20-an
negara, terutama dari Asia dan Africa. Forum ini merupakan bagian dari kampanye
global PBB untuk Pengurangan Resiko Bencana – UNISDR. Adapun HC sebagai salah
satu jaringan kampanye UNISDR mengambil peran sebagai penghubung di antara
kepentingan PBB, WB, dan lembaga donor dengan Ormas perempuan/LSM lokal.
Berikut
ini reportase dari sesi grup panel Community driven Demand for Pro-Poor
Disaster Resilience Programs:




