24 Jul 2013

Bambu Budaya Simbolik China


bambu toraja
Bambu tumbuh di daerah tropis dan pada semua iklim subtropis, kecuali benua Eropa, yang secara geografis terbagi 3 zona: Asia-Pasifik (sekitar 700 spesies), Amerika (sekitar 400 spesies) dan Afrika (sekitar 50 spesies). Ada 70 genera dan 1200 spesies bambu di seluruh dunia yang telah direkam, dan sebagian lagi di negara berkembang belum ditemukan atau pun tidak teridentifikasi.

10 Feb 2013

Daeng Kebo Laskar Perempuan Republik 1924 – 1947

Penamaan atau pun paddaengang Kebo hanya ada di tanah Makassar. Kebo artinya putih, misalnya pada nama gelaran Macan Kebo ri Tallo, yang ditujukan kepada seorang jawara perguruan silat Harimau Putih. Adapun paddaengang di belakang nama seorang digunakan atau diberikan kepada seseorang yang berstatus menikah. Umumnya, seseorang yang bernama Dg. Kebo berjenis kelamin perempuan, misalnya Salma Dg. Kebo, Mulyati Dg. Kebo. Sangat jarang nama Dg. Kebo berjenis kelamin laki-laki. Emmy Saelan, laskar pejuang dari tanah Makassar itu ternyata pernah menggunakan nama samaran Daeng Kebo. Nama ini mewakili kulitnya yang putih, berhati lembut, tetapi “balaki” dan pemberani.

3 Feb 2013

Santiago Sang Pembebas

Ekspresi kaum urban melampaui batas wilayahnya sendiri. Mereka secara bebas menggambar dan menulis ide di atas properti sendiri, di tembok, mobil, perahu, becak, dan sebagainya. Ekspresi mereka vulgar dan lugas. Mereka melukiskan ide, idola, hasrat, dan penegasan diri menyangkut pekerjaan atau pun kebiasaan sehari-hari dengan warna yang mencolok tentunya. Sebagai contoh sebuah perahu bermesin diesel di kota Manado Sulawesi Utara, tertulis "Santiago Freedom" di belakang deknya; boat nelayan, tidak jauh dari pasar Calaca-45, dimana biasanya pelancong bertolak ke Taman Nasional Bunaken. Bisa jadi kreativitas seperti ini hanya ada di Manado.

30 Jan 2013

Membandingkan Kemiskinan vs Kemajuan Venezuela vs AS

Pengantar M. Nawir
 Tulisan ini saya terjemahkan secara bebas dari situs Global Research yang berjudul Poverty versus Progress: Comparing the US and Venezuela: What Does it Mean to be "Third World" in 2013. Penulisnya adalah Eric Draitser, pengasuh blog stopimperialism.com. Isi tulisannya biasa-biasa saja, dan karena itu mudah dimengerti. Edisi bahasa inggrisnya klik http://www.globalresearch.ca/ poverty-versus-progress-comparing-the-us-and-venezuela/5321055 atau ke http://stopimperialism.org/articles/poverty-and-progress-comparing-the-us-and-venezuela/.

6 Jan 2013

Pemerintah Lalai Rakyat Sengsara: Siaran Pers JRMK Sulsel 2013

Tata kota dan pemerintahan yang baik menjadi prasyarat penting untuk menjamin keberdayaan rakyat dan keterlibatan mereka dalam pengembangan lingkungan perkotaan agar mereka tidak terpinggirkan dan tidak terkena bencana akibat perubahan iklim, kekerasan, serta kesehatan yang buruk (IFRC, World Disaster Report 2010: Focus on Urban Risk).

5 Des 2012

Solusi untuk Keluar dari Perangkap Kemiskinan

Angka kemiskinan di Makassar adalah angka kemiskinan versi BPS dengan menggunakan indikator nasional. Misalnya, indikator material bangunan dan peralatan dalam rumah, pakaian masyarakat adat di Kajang, To Lotang, dan suku pedalaman lainnya, belum tentu cocok dengan indikator nasional. Dalam konteks perkotaan, umumnya rumah tangga miskin memiliki peralatan elektronik seperti televisi, VCD player, bahkan sepeda motor. Fakta-fakta ini digunakan untuk mengukur tingkat pendapatan rumah tangga miskin yang berhak atau sebaliknya tidak berhak mendapatkan subsidi pemerintah seperti Raskin, Jamkesmas, dan semacamnya. Petugas sensus akan mengabaikan kenyataan bahwa peralatan eklektronik dan otomotif tersebut adalah barang pinjaman, yang menggerogoti pendapatan rumah tangga miskin.

13 Okt 2012

Satu Dekade KPRM Makassar

 Sepuluh Tahun Mengatasi Kemiskinan, Kekumuhan, dan Penggusuran
orasi andi rudiyanto asapa
Dua agenda penting PBB pada setiap bulan oktober, yakni World Habitat Day atau "Hari Habitat", dan World Disaster Risk Reduction Day atau "Hari Pengurangan Resiko Bencana". UN-Habitat, badan PBB urusan pemukiman/ perumahan dan UN-ISDR, badan PBB urusan bencana, yang menggalang kampanye agenda tahunan tersebut. Keduanya menjadi momen untuk merefleksi sekaligus mengevaluasi dampak pembangunan global yang senantiasa dibayang-bayangi kemiskinan, krisis pangan, dan kerusakan sumberdaya agraria.

9 Sep 2012

Arsitek Kampung Bungkutoko


M. Nawir
Istilah arsitek kampung atau pun arsitek komunitas akhir-akhir ini sering digunakan oleh sejumlah aktivis-intelektual perkotaan untuk menyebut sekelompok praktisi yang bekerja sama dengan masyarakat akar rumput dalam menata maupun membangun suatu pemukiman. Sebelumnya, kalangan perencana kota/pemukiman pernah mempopulerkan istilah barefoot architect (arsitek telanjang kaki), yakni arsitek yang melakukan pendampingan teknis kepada masyarakat yang membutuhkannya, terutama masyarakat miskin. Misalnya, pasca rekonstruksi Aceh 2004, beberapa perguruan tinggi bekerjasama dengan UN Habitat merekrut mahasiswa jurusan teknik arsitek menjadi relawan sekaligus teknisi perencana pemukiman di lokasi bencana. Selanjutnya, istilah barefoot architect - yang sebenarnya diinsiprasi dari konsep barefoot doctors atau "dokter telanjang kaki" pada masa kepemimpinan Mao Tse Tung di China - kemudian dipertegas lagi dengan istilah arsitek komunitas (community/social architect) untuk menjelaskan fungsi-fungsi sosial seorang arsitek/perencana dalam memecahkan masalah pemukiman masyarakat miskin perkotaan. Sejumlah arsitek dan pekerja sosial di Yogyakarta menamakan dirinya Jaringan Arkom (Arsitek Komunitas) pasca letusan Merapi dua tahun lalu.