Perkumpulan sosial-urbanis, bekerja untuk mewujudkan tata kota berkeadilan sosial, ekonomi, dan politik.
11 Jul 2014
5 Mei 2014
Tentang Kerja di Sektor Informal: Catatan Hari Buruh 2014
![]() |
| lappo alias benno - pop corn kampungan |
M, Nawir
Pada mulanya, kerja atau bekerja diyakini sebagai suatu pemujaan dan kegiatan ritus. Dalam perkembanganya, kerja dipandang sebagai mekanisme kontrol dan represi. Hal ini terjadi ketika terjadi akumulasi kapital di tangan segelintir maupun sekelompok pemodal. Di pedesaan dikenal dengan juragan atau punggawa, sedangkan di perkotaan disebut majikan atau bos perusahaan. Istilah yang keren belakangan ini pemilik modal dinamakan kapitalis-borjuis.
Pada mulanya, kerja atau bekerja diyakini sebagai suatu pemujaan dan kegiatan ritus. Dalam perkembanganya, kerja dipandang sebagai mekanisme kontrol dan represi. Hal ini terjadi ketika terjadi akumulasi kapital di tangan segelintir maupun sekelompok pemodal. Di pedesaan dikenal dengan juragan atau punggawa, sedangkan di perkotaan disebut majikan atau bos perusahaan. Istilah yang keren belakangan ini pemilik modal dinamakan kapitalis-borjuis.
3 Mei 2014
Catatan Ril Pileg 2014: No Money, No Politic
M. Nawir
Ungkapan lama 'ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang'. Begitulah nasib kebanyakan caleg yang gagal meraih mimpinya menjadi anggota dewan pada Pileg 2014. Ungkapan 'no money, no politic' cukup mewakili perasaan para caleg gagal itu. Betapa kencangnya uang memgalir dari kantong-kantong caleg untuk merebut kursi parlemen. Sudah menjadi gunjingan umum sejumlah caleg yang gagal maupun berhasil telah menghabiskan uang 500 juta hingga 5 milyar rupiah. Dana sebesar ini dikeluarkan caleg setahun sampai hari pencoblosan, bahkan selama perhitungan suara
1 Mei 2014
Sang Profesor Swasta: Pikiran dan Pandangan Hidup Ishak Ngeljaratan
Oleh M. Nawir
Judul tulisan di atas bersumber dari naskah drama karya Ishak Ngeljaratan. Profesor Swasta, sebuah drama liturgi yang dipentaskan di Balai Manunggal dalam rangkaian Dies Natalis Unhas ke (32?) tahun (1988?). Saya salah seorang mahasiswa Kelompok Studi Sastra dan Teater (Kosaster) yang figuran bersama belasan mahasiswa yunior lainnya. Pemain senior di antaranya Shaifuddin Bahrum, Dasri Mashud, dan Mustam Arief. Pementasan tersebut disutradarai oleh Fahmi Syariff dan Jacob Marala (almarhum) dengan produser Dr. Abd. Razak Thaha dan Ridwan Effendy (almarhum).
Judul tulisan di atas bersumber dari naskah drama karya Ishak Ngeljaratan. Profesor Swasta, sebuah drama liturgi yang dipentaskan di Balai Manunggal dalam rangkaian Dies Natalis Unhas ke (32?) tahun (1988?). Saya salah seorang mahasiswa Kelompok Studi Sastra dan Teater (Kosaster) yang figuran bersama belasan mahasiswa yunior lainnya. Pemain senior di antaranya Shaifuddin Bahrum, Dasri Mashud, dan Mustam Arief. Pementasan tersebut disutradarai oleh Fahmi Syariff dan Jacob Marala (almarhum) dengan produser Dr. Abd. Razak Thaha dan Ridwan Effendy (almarhum).
17 Apr 2014
Politik Kontraktual vs Transaksional: Catatan Pileg 2014
M. Nawir
Persoalan sesungguhnya bukanlah karena rakyat sudah terbeli, tetapi para aktivis yang belum terorganisasi secara politis Tidak sedikit aktivis gerakan sosial yang mengintegrasikan dirinya ke dalam arena politik praktis. Umumnya, mereka menjadikan organisasi komunitas dan kelompok-kelompok warga sebagai “modal politik”. Mereka menggunakan metode kontrak politik dan “problem solving” dalam membangun basis dukungan pemilih. Dari pengalaman mengikuti Pileg 2014, metode kontraktual efektif mempengaruhi pemilih. Kurang lebih sama efektifnya dengan pendekatan transaksional.
Persoalan sesungguhnya bukanlah karena rakyat sudah terbeli, tetapi para aktivis yang belum terorganisasi secara politis Tidak sedikit aktivis gerakan sosial yang mengintegrasikan dirinya ke dalam arena politik praktis. Umumnya, mereka menjadikan organisasi komunitas dan kelompok-kelompok warga sebagai “modal politik”. Mereka menggunakan metode kontrak politik dan “problem solving” dalam membangun basis dukungan pemilih. Dari pengalaman mengikuti Pileg 2014, metode kontraktual efektif mempengaruhi pemilih. Kurang lebih sama efektifnya dengan pendekatan transaksional.
13 Apr 2014
Tentang Institut Rumah Kampung Kota
institut rumah kampung kota - RMK Institute adalah perkumpulan para urbanist yang bekerja untuk mewujudkan tata kota yang berkeadilan sosial, ekonomi politik. institut RMK ditopang oleh organisasi komunitas, intelektual organik, aktivis dan profesional.
mari berbagi informasi tentang gerakan sosial rakyat miskin kota dan solusi alternatif tata kota: bedah rumah, kampung, dan kota. temukan kami di facebook dan you tube.
https://www.youtube.com/user/panjireforma2011/featured
8 Des 2013
Peluang GERSOS dalam Demokratisasi Politik: CATATAN AKHIR TAHUN 2013
M. Nawir
Gerakan sosial Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar di era pasar bebas Asia 2015. Tantangan yang dimaksud adalah keterikatan pemerintahan dalam sistim pasar bebas akan membuka investasi asing berbasis sumberdaya alam, pasar moderen dan infrastruktur – sampai ke pemeritah daerah. Pemerintah pusat telah mengembangkan kebijakan MP3EI – Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia sebagai respon positif terhadap terbukanya pasar bebas dunia. Salah satu ancaman nyata bagi rakyat miski kota adalah pembebasan lahan untuk mega proyek pelabuhan, industri tambang, dan fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya – baik yang didanai oleh lembaga Multinasional seperti Bank Dunia, swasta asing maupun dana APBN.
Gerakan sosial Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar di era pasar bebas Asia 2015. Tantangan yang dimaksud adalah keterikatan pemerintahan dalam sistim pasar bebas akan membuka investasi asing berbasis sumberdaya alam, pasar moderen dan infrastruktur – sampai ke pemeritah daerah. Pemerintah pusat telah mengembangkan kebijakan MP3EI – Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia sebagai respon positif terhadap terbukanya pasar bebas dunia. Salah satu ancaman nyata bagi rakyat miski kota adalah pembebasan lahan untuk mega proyek pelabuhan, industri tambang, dan fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya – baik yang didanai oleh lembaga Multinasional seperti Bank Dunia, swasta asing maupun dana APBN.
26 Sep 2013
Merayakan Hari Tanpa Penggusuran di Bulan Oktober 2013
M. Nawir
Tulisan ini merupakan hasil terjemahan adaptif dari Siaran Pers IAI - International Alliance of Inhabitants mengenai kampanye global anti penggusuran dalam rangkaian Perayaan Hari Habitat Dnia Oktober 2013. Teks aslinya dapat dibaca dengan mengklik logo di atas. Dengan begitu, tulisan ini menjadi salah satu bentuk pernyataan solidaritas global saya pada gerakan sosial menentang penggusuran, dan menuntut hak atas tanah dan perumahan, Sekiranya ada kekurangan, mohon tanggapan dan koreksinya. Salam.







